Bagaimana Industri 4.0 di industri Refrigerasi?

Kita semua telah mendengar tentang Industry 4.0, robot kolaboratif, internet, mobil self-driving, printer 3D, augmented reality, big data, dll. Tapi …

Lalu bagaiaman Industri 4.0 di industri Refrigerasi?

Dalam tulisan ini kita akan membahas konsep-konsep, teknologi yang berubah dengan cepat, langkah-langkah yang diperlukan sebelum mencapai revolusi industri keempat ini , bagaimana otomatisasi telah berkembang di industri pendingin , optimalisasi perawatan terencana di pabrik, bagaimana kegagalan katup atau sepotong peralatan akan berubah di masa depan, dan kemungkinan membuat suku cadang yang baru di tempat dan mampu memperbaiki kesalahan dengan sangat cepat …

Kita akan membahas data, proses digitalisasi yang akan kita hadapi, bagaimana mengubah data ini menjadi informasi, lingkungan dan teknologi, sistem akuisisi data canggih, manajemen energi, singkatnya, tentang memiliki kendali penuh atas suatu pabrik.

Industry 4.0 disebutkan, biasanya ketika berbicara tentang industri otomotif, robot kolaborasi, Internet of Things, mobil self-driving, dll. Tidak ketika di area industri pendingin.

Industri otomotif adalah pelopor dalam dunia otomasi, mesinlah yang mendorong revolusi industri keempat ini, namun di dunia Refrigerasi , perubahan telah terjadi pada tingkat yang jauh lebih lambat. Ini bukan karena kurangnya otomatisasi dalam industri ini, tetapi dalam banyak kasus, dan ini masih terjadi hari ini, yaitu saat investasi awal dibuat dalam suatu proyek kemudian dieksploitasi sampai sistem menjadi usang (tidak berkelanjutan). hal tersebut bisa jadi karena staf pabrik kurang memiliki ilmu mengenainya, kurang sering berinteraksi dengannya, mereka tidak dibekali cukup pengetahuan ketika datang suatu teknologi baru dan peraturan berkaitan dengan peralatan baru, baik karena beban kerja atau kurangnya informasi (transfer knowledge).

 

Industri 4.0 berdasarkan pengalaman Sothis di area Refrigerasi

Hal pertama yang harus kita tanyakan pada diri sendiri adalah tingkat otomasi apa yang dimiliki pabrik kita? khususnya, dari sudut pandang otomatisasi berdasarkan kriteria, karena tujuannya adalah untuk mencoba memberikan respons komprehensif terhadap segala sesuatu yang diwakili oleh Piramida Otomasi , dari lapisan terendah (sensor, aktuator, dll.) ke lapisan yang lebih tinggi, ERP.

Saat itulah kita ditunjukkan paradigma besar dari industri saat ini dengan masa depan, karena kita akan membutuhkan data, banyak data, lebih jauh lagi, dengan cara yang singkat dan dalam waktu sebenarnya. Pada awalnya, tanpa mengabaikan apa pun, mengetahui segala sesuatu yang terjadi di pabrik kami, bagaimanapun, nanti kita akan melihat perbedaan antara data dan informasi.

Kami tidak melakukan sesuatu dengan benar jika yang terjadi dilapangan adalah operator harus menuliskan sesuatu di selembar kertas dan kemudian membawanya ke komputer, atau jika, misalnya, ia harus bekerja secara manual pada sebuah katup mesin. Hal pertama yang harus kita capai di pabrik kita adalah bahwa data diperoleh secara digital, dan diolah pada bagian lain secara digital juga, dengan kata lain, secara otomatis.

Langkah-langkah menuju otomatisasi

Yang sangat penting bahwa, ketika merancang suatu fasilitas pendingin, proses didalamnya itu harus seotomatis mungkin. Semua itu harus diatur dengan benar untuk membangun kontrol yang memadai yang membantu perusahaan memperoleh keuntungan, keselamatan, dan keandalan maksimum.

Semua perkembangan teknologi saat ini telah mampu untuk perusahaan memiliki alat yang memungkinkan untuk terhubung dari jarak jauh ke pabrik diluar area utama, memiliki kontrol dan pengawasan total dari semua lokasi pabrik, manajemen dan pemantauan alarm atau kesalahan, serta sejarah perubahan dari setiap parameter-parameter yang ingin diukur. Semua terfasilitasi dengan satu kontrol terpusat.

Modal awal yaitu didasarkan pada PLC, instal peralatan dari produsen terkemuka yang handal terpercaya, menggunakan perangkat lunak sumber terbuka, sehingga memudahkan integrator mana pun untuk membuat ekstensi atau modifikasi setelah memiliki suatu sistem kontrol, pilihan terbaik berikutnya memiliki suatu departemen khusus pemrograman, sehingga didalamnya mudah untuk melatih mereka secara benar dan efisien sesuai kebutuhan perusahaan.

Langkah pertama menuju otomatisasi:

Selalu menetapkan kriteria sejak awal, tetapkan prasyarat dari awal proyek, bikin standar baku mutu dari setiap proses: model PLC, protokol komunikasi, dll. Setelah itu, data apa saja yang kita inginkan, pengembangan selanjutnya apa dari data yang kita dapatkan, pastikan bahwa data dan informasi adalah yang benar-benar kita butuhkan, hal ini untuk memudahkan dan mengoptimalkan rencana kerja.

Dengan mengotomatisasi pabrik dengan cara yang benar, maka perusahaan dapat memanen data dengan cara yang lebih efisien. Dengan begitu banyak data, pastikan bahwa itu sesuai kebutuhan? dalam memproses data ini pastikan untuk mengirimkan informasi yang kita butuhkan saja. Misalnya menerima data dalam bentuk informasi, langsung, real-time dan bila perlu.

Menaiki satu langkah lagi di Piramida Otomasi, suatu perusahaan masuk tahap SCADA , yang diperlukan untuk mengendalikan dan mengatur industri pendingin.

Sistem ini menyediakan semua informasi yang dihasilkan dalam proses pendinginan ke berbagai pengguna di perusahaan: kontrol kualitas, pengawasan, pemeliharaan, dll. Antarmuka grafis dibuat dengan menyediakan fungsi kontrol, parameterisasi dan pengawasan pabrik pendingin, mengakses berbagai elemen yang membentuk ruang mesin: kompresor, pemisah, kondensor, pompa, dll.

Juga, berkenaan dengan kontrol dan pengawasan berbagai ruang penyimpanan dingin, terowongan, terowongan oreo, ruangan-ruangan lainnya, pengkondisi udara, dll.

Setiap informasi ditampilan grafik baik dari sinyal, tekanan dan pembacaan suhu ruang mesin, suhu ruang dingin, yang sangat penting untuk audit kualitas produk. Rekam dan riwayat alarm. Manajemen pengguna dapat dikonfigurasi untuk berbagai izin dan grup kontrol. Pemantauan dan riwayat semua perubahan yang dibuat ke catatan dengan catatan tanggal, waktu dan pengguna yang melakukan perubahan. Mengirim alarm yang difilter oleh pengguna melalui email atau pesan teks.

Sistem arsitektur terbuka, mampu tumbuh dan/atau beradaptasi dengan perubahan kebutuhan perusahaan, mampu berkomunikasi dengan tim pabrik dan dengan seluruh perusahaan (jaringan lokal dan manajemen) dengan mudah.

Dibutuhkan komputer berkapasitas besar di fasilitas data center, di mana SCADA diinstal. Nantinya mesin ini yang melakukan tugas-tugas kontrol dan pengawasan yang disebutkan di atas, pemrosesan data dan kontrol proses; semuanya dalam waktu nyata dan dirancang untuk memberi operator pabrik kemampuan untuk memantau dan mengendalikan semua proses. Sebetulnya sistem tersebut bukanlah hal yang baru, seharusnya hal itu yang paling umum di semua fasilitas dimasa sekarang. Harus diperhitungkan juga bahwa, jika PLC atau PC (SCADA) mengalami kegagalan, maka kendali atas pabrik bisa hilang dan tentunya tidak dapat berbicara lagi tentang Industri 4.0.

Oleh karena itu SCADA diinstal pada server, dengan sistem operasi yang jauh lebih kuat, seperti operating system khusus server, tergantung pada ukuran atau kompleksitas sistem kontrol yang akan diimplementasikan, berikutnya tulisan ini akan berbicara tentang server data, server web, server yang berlebihan, peningkatan sistem, duplikasi sistem industri, dll.

Dari titik ini, kita akan melihat konvergensi antara Teknologi Informasi dengan Operasional Teknologi Informasi.

SCADA ada pada bagian Operasional Teknologi Informasi, tetapi kita tidak dapat berbicara tentang Industri 4.0 tanpa berbagi platform perangkat keras dan perangkat lunak, atau meninggalkan sistem operasi tertutup hingga virtualisasi teknologi industri. Saat berbicara Industri 4.0 maka berbicara tentang sistem multi-platform , tidak ada lagi komputer desktop tower yang berdiri seperti sebelumnya (per mesin ada komputer, namun tidak terkoneksi antara satu mesin dengan mesin lainnya), semuanya harus memiliki mobilitas, memungkinkan melihat semua informasi fasilitas perusahaan dari perangkat apa pun.

Sistem yang mendukung Industri 4.0 ini harus terbuka dan fleksibel, dengan skalabilitas tinggi, mampu beradaptasi dengan perubahan dan/atau ekstensi yang mungkin terjadi di suatu perusahaan. Tidak masalah apakah perusahaan kita besar atau kecil, apakah perusahaan multinasional atau memiliki beberapa cabang;dibutuhkan sistem yang mampu bereaksi dan beradaptasi dengan pertumbuhan perusahaan, dengan manajemen energi yang baik (sudah beda lagi topik), dengan sistem yang dapat didistribusikan secara geografis dengan standar keamanan terintegrasi, sistem yang mampu mendukung jutaan catatan data secara real time. Industri 4.0 dalam sekala besar berbicara tentang kelompok, beberapa perusahaan nasional atau internasional yang membutuhkan teknologi OPC UA (Arsitektur Terpadu) yang dirancang untuk menawarkan konektivitas universal, berdasarkan pada platform yang aman untuk mengatasi tantangan di masa depan dan saat ini.

 

Tulisan ini diterjemahkan dengan tambahan narasi dari sumber: https://www.sothis.tech/en/what-is-industry-4-0-in-the-industrial-refrigeration-industry/

Alumni Teknik Refrigerasi dan Tata Udara angkatan 98, suka ini itu, dan akhirnya bikin keluarga, alhamdulillah punya anak tiga..

Leave a Reply

Leave a Reply